EXECUTIVES BRIEFING on Creating 5S Culture

to get the same perception and commitment from top management and all levels of leadership to support the successful of 5S company-wide

Improving Productivity and Raising Work Efficiency through KAIZEN 5S

to get a provision to begin the 5S implementation likewise to improve the quality of the 5S application currently being implemented

Organizing 5S in the OFFICE, how to make it 'Faster – Better – Easier – Cost-Effective'

to improve the quality of service and to eliminate the non value-added activities in the office

5S in LABORATORY: for better Service Quality

to improve quality through greater visibility of mistakes and increased productivity

5S for Maintenance WORKSHOP and STORE: advance towards Maintenance Excellence

to eliminate sources of contamination and freeing up time for pro-active maintenance

5S at your WAREHOUSE: Improvements to Boost Efficiency

to satisfy the customers' needs and requirements while utilizing space, equipment, and manpower effectively

5S Internal AUDIT : Raising the Quality of Implementation

to conduct a systematic audit and to prepare for the implementation of company-wide 5S audit program

5S DIAGNOSIS : A Picture of Our Workplace at Current State

to collect data and actual facts in the shopfloor to facilitate management in setting priorities for improvement

ADVANCED 5S : Take 5S To The Next Level

to introduce several techniques from other disciplines to make work easier, faster, safer and more efficient

Tampilkan postingan dengan label ringkaS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ringkaS. Tampilkan semua postingan

3. ringkaS


ringkaS adalah hanya item-item yang diperlukan saja yang berada di area kerja dan jumlahnya tidak berlebihan.

Sasaran : Menyingkirkan semua barang-barang yang tidak diperlukan dari tempat kerja kemudian memformulasikan kebijakan untuk mencegah masalah pada sumbernya
Kunci : Label Merah
TPS : Tempat Penyimpanan Sementara
Standar ringkaS

ringkaS merupakan tahapan kegiatan yang paling menentukan dan tidak mudah dalam implementasinya. Salah satu kunci keberhasilan penerapan 5R di dalam menjadikan 5R sebagai budaya kerja perusahaan ada di langkah ini. 60% alokasi waktu kegiatan penerapan 5R di tempat kerja ada di langkah ini. Langkah berikutnya tidak akan menjadi efektif apabila di langkah ringkaS ini tidak berhasil dilaksanakan hingga menghasilkan Standar ringkaS.

Berikut adalah beberapa contoh yang menghambat di dalam tahapan ringkaS sehingga penerapan ini tidak berhasil dengan baik :
  • Tidak mampu membedakan item-item apa yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan.
  • Tidak mampu memutuskan barang-barang yang harus disingkirkan dari area kerja, sehingga item yang berstatus ragu-ragu lebih banyak daripada item yang sebenarnya diperlukan.
  • Mental "Nanti kalau..." dimana selalu melebih-lebihkan ("lebay") apa saja yang perlu dipesan, disimpan maupun dalam menghasilkan sesuatu.
  • Trauma di masa lalu karena pada suatu saat pernah disingkirkan ternyata masih diperlukan di kemudian hari.
  • Adanya rasa sayang atau tingkat keterikatan emosional yang tinggi terhadap barang yang tidak diperlukan.
  • Terlampau lama dalam meng-eksekusi item-item yang tidak diperlukan karena masih mengharapkan keuntungan dari hasil penjualan item-item tersebut.

“Most people are prisoners, thinking only about the future or living in the past. They are not in the present, and the present is where everything begins.” - Carlos Santana

Agar kegiatan ringkaS ini menjadi lebih efektif dalam penerapannya, maka program dibuat menjadi tiga tahapan sebagai berikut:
  1. Penerapan ringkaS, kegiatan ini diselenggarakan di tempat kerja yang belum pernah melakukan pemilahan terhadap item-item yang ada. Kegiatan memberdayakan setiap karyawan untuk turut menetapkan Apa dan Berapa banyak barang yang disimpan di area kerjanya.
  2. Perawatan ringkaS, STANDAR ringkaS diciptakan di dalam tahapan ini dan kegiatan audit mandiri serta kegiatan perbaikan tempat kerja mengembalikan ke kondisi standarnya.
  3. Pemantapan ringkaS, Disiplin Diri dari setiap karyawan dalam menjalankan KAIZEN ringkaS secara berkesinambungan menuju ke Organisasi yang lebih ramping. Tidak hanya menyingkirkan item-item barang yang tidak diperlukan saja, tetapi juga sudah memulai fokus eliminasi kepada aktivitas tidak bernilai tambah, prosedur kerja yang menghambat kelancaran proses dan birokrasi juga menjadi sasaran eliminasi.
Alat-alat bantu dan proses penerapan di ketiga tahapan kegiatan ringkaS bisa dilihat pada diagram aliran berikut ini :
Diagram 3 : Diagram Aliran Proses ringkaS.

Gambar 3 : Rencana Penerapan ringkaS.

Pada saat memulai penerapan ringkaS, sambil menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan, juga melakukan pembersihan awal terhadap akumulasi debu dan kotoran yang melekat di sekitarnya. Namun pembersihan awal ini bukanlah pembersihan menyeluruh yang akan dilaksanakan di dalam penerapan RESIK.


Ringkas di Laci Meja Kerja Anda.

"Intinya adalah, jika Anda tidak menggunakannya atau membutuhkannya, itu berantakan, harus pergi dan berantakan itu tidak lebih dari keputusan yang ditunda"

Cakrawijaya 5R - 12.08

3.1. Penerapan ringkaS


PENERAPAN ringkaS adalah kegiatan membedakan antara item-item yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, dan memusnahkan item-item yang tidak diperlukan. Aktivitas utamanya adalah menyingkirkan semua item-item yang tidak diperlukan dari tempat kerja serta memformulasikan kebijakan untuk mencegah masalah di sumbernya.

Sasaran dari PENERAPAN ringkaS ini adalah :
  • Mendidik Karyawan agar mampu bertindak tepat dan tegas dalam mengambil keputusan kemudian menyingkirkan item-item yang tidak diperlukan dari area kerja.
  • Mengklasifikasikan item-item berdasarkan jenisnya (Inventaris - Persediaan - Arsip).
  • Melakukan tindakan eliminasi di sumbernya.
Langkah awal di dalam tahapan PENERAPAN ringkaS ini adalah mengklasifikasikan item-item yang ada berdasarkan jenisnya :
  • Inventaris, barang-barang yang digunakan dengan masa pakai/usia lebih dari 6 bulan.
    • Mesin, Meja, Kursi, dll.
  • Persediaan, barang-barang yang disimpan/digunakan dengan masa pakai/usia kurang dari 6 bulan.
    • Bahan Baku, Barang dalam proses, Barang jadi, dll.
  • Arsip, sekumpulan informasi yang tersimpan dalam media perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak/elektronik (software) yang digunakan untuk pekerjaan.
    • Laporan, Rujukan, Sampel/Contoh Produk, Compact Disc (CD), dll.
Diagram 3.1.1 : Diagram Aliran Proses ringkaS.

Diagram 3.1.2 : Diagram Klasifikasi Penerapan ringkaS.

- Contoh Me-ringkaS di Laci Meja Kerja Anda -

Pembahasan PENERAPAN ringkaS lebih lanjut :
    3.1.1 Label Merah
    3.1.2 TPS : Tempat Penyimpanan Sementara
    3.1.3a Inventaris
    3.1.3b Persediaan
    3.1.3c Arsip
    3.1.4 BAP : Berita Acara Pemusnahan
3.2. PERAWATAN ringkaS
3.3. PEMANTAPAN ringkaS

Cakrawijaya 5R - 12.07

3.1.1 Label Merah


 UNDER CONSTRUCTION
Maaf, halaman ini sedang dalam pembuatan.
Silahkan kembali lagi, Terima kasih.

  • Label Merah adalah...
Alat bantu berupa lembaran kertas berwarna merah. Tujuannya untuk menarik perhatian setiap orang yang melihat dan sebagai pembeda antara item yang diperlukan dengan item yang tidak diperlukan atau item yang diragukan keberadaanya di tempat kerja. Karena warnanya yang mencolok, dengan segera dapat diketahui bahwa item yang diberi Label Merah adalah item yang tidak diperlukan atau item yang "bermasalah" perlu mendapatkan perhatian dari pihak yang berkompeten untuk diputuskan.

  • Membuat Label Merah.
Label Merah berbentuk segi empat dengan ukuran A6 (105 mm x 148 mm). Apabila dimensi item yang diberi Label Merah sangat besar sehingga tidask efektif untuk mendapatkan perhatian, maka Label ini dapat diperbesar sesuai dengan kebutuhannya. Bila Anda menghadapi masalah pembuatan Label Merah yang terlalu lama, sulit memutuskan bagaimana disainnya atau biaya yang dikeluarkan terlalu besar, maka Label Merah ini perlu juga di-"Label Merah". Gambar berikut ini adalah contoh Label Merah yang biasa saya gunakan di Pabrik atau di Kantor.

Gambar 3.1.1a : Label Merah
3.1.1b : Alternatif Warna Label Merah

  • Mengenalkan Label Merah.
Sebelum meluncurkan Label Merah ini hendaknya telah dipastikan bahwa setiap orang telah paham betul bagaimana cara penggunaannya dan mengapa Label Merah ini digunakan di dalam penerapan RINGKAS.

Contoh aplikasi Label MerahGambar 3.1.1c : Contoh isian Label Merah.

Contoh aplikasi Label MerahGambar 3.1.1d : Aplikasi Label Merah Inventaris di Kantor.

Contoh aplikasi Label MerahGambar 3.1.1e : Aplikasi Label Merah Arsip di Kantor.

Label Merah ini digunakan orang-orang yang berada di zona tanggung jawab-nya masing-masing. Juga digunakan oleh Auditor atau siapa pun yang menemukan item yang perlu di-RINGKAS di area kerja tertentu. Digunakan bersamaan dengan formulir Daftar Area Kritis. Setiap lembar Label Merah yang dilekatkan, juga harus menuliskan satu nomer temuan di dalam Daftar Area Kritis.

Label Merah tidak boleh dilekatkan pada seseorang namun bila Anda tergoda untuk melakukannya, maka lakukanlah pada aktivitas yang tidak bernilai tambah bukan kepada orangnya.

  • Sasaran Label Merah
  • Menetapkan Kriteria Label Merah

Cakrawijaya 5R - 12.05

3.1.2 TPS : Tempat Penyimpanan Sementara


TPS (Tempat Penyimpanan Sementara) adalah :
  • Lokasi yang aman dan mudah diakses
  • Ada Koordinator sebagai Penanggungjawab atas Administrasi dan Keamanannya
  • Sementara berarti ada batas waktu terbatas yang ditentukan untuk keberadaan lokasi fisik TPS dan status item-item di dalamnya
  • Keputusan Manajemen menetapkan status final atas item-item dan menandai berakhirnya TPS

Foto 3.1.2 : Contoh TPS

Foto 3.1.3 : Contoh Identifikasi TPS

Gambar 3.1.2 : Standar Identifikasi TPS

Gambar 3.1.3 : Formulir Daftar Isi TPS

Cakrawijaya 5R - 12.04

3.1.3a RINGKAS Inventaris


Inventaris adalah barang-barang diperlukan yang memiliki usia atau masa manfaat lebih dari 6 bulan.

Kegiatan Ringkas Inventaris ini adalah sebagai berikut :
  • Pemilahan inventaris menjadi 3 kategori : Diperlukan, Tidak Diperlukan dan Ragu-ragu,.
  • Pengelompokan inventaris diperlukan berdasarkan frekuensi penggunaan : Sering, Kadang-kadang, Jarang.
  • KAIZEN inventaris yang berkesinambungan meluas ke semua item-item inventaris yang masih digunakan.

Sasaran akhir dari kegiatan Ringkas Inventaris adalah sebagai berikut :
  • Tidak ada inventaris yang tidak digunakan masih berada di area kerja.
  • Tidak ada inventaris yang berlebihan jumlahnya.
  • Hanya inventaris dengan frekuensi penggunaan Sering & Kadang-kadang saja yang berada di area kerja.

Diagram 3.1.3a : Diagram Ringkas Inventaris.

  • Daftar Status Inventaris
Lembar kerja berupa tabel ini dibuat untuk membantu menuliskan semua inventaris yang berada di sub area di dalam Zona Tanggung Jawab, kemudian memilahkannya berdasarkan status keperluannya. Selanjutnya mengelompokkan berdasarkan frekuensi keperluan penggunaannya.

Gambar 3.1.3a : Formulir Daftar Status Inventaris.

Alat bantu ini digunakan oleh masing-masing anggota AKK (Aktivitas Kelompok Kecil) cukup dituliskan dengan tangan. Leader/Fasilitator memeriksa dan memverifikasi status keperluan inventaris dan jumlah keperluan dari item-item tersebut. Promotor memastikan "Apakah sudah tidak ada barang-barang inventaris yang tidak diperlukan masih berada di area ini?"

Cakrawijaya 5R - 12.03

3.1.3b RINGKAS Persediaan


Persediaan adalah barang-barang diperlukan yang memiliki usia atau masa manfaat kurang dari 6 bulan.

Kegiatan Ringkas Persediaan ini adalah sebagai berikut :
  • Memeriksa persediaan dalam 3 item periksa : Fungsinya, Periodenya, Jumlahnya.
  • Menghitung jumlah persediaan : Maksimum, Minimum, Titik Pemesanan Kembali (Re-Order Point - ROP).
  • Menetapkan Jumlah Pemesanan yang Ekonomis (Economic Order Quantity – EOQ).
  • KAIZEN persediaan yang berkesinambungan sehingga menciptakan persediaan yang mengalir atau tidak adanya penumpukan persediaan.

Sasaran akhir dari kegiatan Ringkas Persediaan adalah sebagai berikut :
  • Tidak ada item persediaan yang tidak digunakan masih berada di area kerja.
  • Item persediaan yang disimpan dalam rentang jumlah yang tepat, tidak berlebihan maupun tidak kekurangan.
  • Item persediaan dikelompokkan berdasarkan frekuensi penggunaan : Sering, Kadang-kadang, Jarang.

Diagram 3.1.3b : Diagram Ringkas Persediaan.

  • Titik Pemesanan Kembali (ROP)
Titik Pemesanan Kembali (Re-Order Point - ROP) adalah pada posisi sejumlah persediaan tertentu ketika suatu pesanan yang baru harus dibuat bersama para pemasok untuk memenuhi persediaan dalam Jumlah Pemesanan yang Ekonomis (Economic Order Quantity - EOQ).

  • Daftar Target Eliminasi Persediaan
Lembar kerja berupa tabel ini dibuat untuk membantu menetapkan jumlah persediaan Maksimum, Minimum dan Titik Pemesanan Kembali (Re-Order Point - ROP) yang berada di sub area di dalam Zona Tanggung Jawab, kemudian menyingkirkan kelebihan persediaan tersebut dari area kerja.

Gambar 3.1.3b : Formulir Target Eliminasi Persediaan.

Digunakan oleh anggota AKK (Aktivitas Kelompok Kecil) cukup dituliskan dengan tangan dan perhitungan jumlah dengan cara manual menggunakan alat bantu kalkulator. Leader memeriksa dan memverifikasi jumlah keperluan dari item-item tersebut dengan file yang telah disediakan (file berupa .xls). Promotor memastikan "Apakah sudah tidak ada persediaan yang tidak diperlukan masih berada di area ini?"

Cakrawijaya 5R - 12.02

3.1.3c RINGKAS Arsip


 UNDER CONSTRUCTION
Maaf, halaman ini sedang dalam pembuatan.
Silahkan kembali lagi, Terima kasih.

Arsip adalah segala sesuatu yang tertulis, bergambar dan rekaman dengan isi berupa penjelasan mengenai suatu hal atau informasi dari suatu peristiwa yang digunakan untuk membantu ingatan dan/atau dapat dijadikan sebagai pedoman.

Diagram 3.1.3c : Diagram Ringkas Arsip.

Gambar 3.1.3c : Formulir Jadwal Retensi Arsip.

Cakrawijaya 5R - 12.01

3.1.4 BAP : Berita Acara Pemusnahan

Tindak lanjut berdasarkan keputusan dari manajemen yang menyatakan bahwa barang-barang tersebut dimusnahkan atau disingkirkan dari area kerja maupun lingkungan perusahaan, maka pada pelaksanaanya memerlukan pembuatan catatan berita acara yang sekurang-kurangnya memuat :
  • keterangan tempat, hari, tanggal, bulan, dan tahun dilakukannya pemusnahan;
  • keterangan tentang pelaksanaan pemusanahan; dan
  • tanda tangan dan nama jelas pejabat yang melaksanakan pemusnahan;
  • tanda tangan dan nama jelas saksi-saksi.
Catatan :

- Setiap pemusnahan barang-barang, dokumen perusahaan wajib berdasarkan atas keputusan pimpinan perusahaan atau keputusan pejabat yang ditunjuk di lingkungan perusahaan yang bersangkutan.
- Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemusnahan dokumen perusahaan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Gambar 3.1.4 : Formulir Berita Acara Pemusnahan.

Cakrawijaya 5R - 12.00

3.2. Perawatan ringkaS


 UNDER CONSTRUCTION
Maaf, halaman ini sedang dalam pembuatan.
Silahkan kembali lagi, Terima kasih.

Diagram 3.2.1 : Diagram Aliran Proses ringkaS.

3.2.1 Audit Penerapan ringkaS

3.2.2 Standar ringkaS

3.2.3 Lembar Periksa*


Halaman : 1 2 3 4

Cakrawijaya 5R - 00.00

3.3. Pemantapan ringkaS


 UNDER CONSTRUCTION
Maaf, halaman ini sedang dalam pembuatan.
Silahkan kembali lagi, Terima kasih.

Diagram 3.3.1 : Diagram Aliran Proses ringkaS.

Sasaran dari PEMANTAPAN ringkaS ini adalah :
  • Mendidik Karyawan agar mampu menjalankan KAIZEN ringkaS (Improvement berkesinambungan)
Diagram 3.3.2 : Diagram Pemantapan ringkaS.

3.3.1 Audit Pemantapan ringkaS
Gambar 3.3.3 : Kriteria Audit Pemantapan ringkaS.

3.3.2 KAIZEN ringkaS
Gambar 3.3.4 : KAIZEN ringkaS.
Halaman : 1 2 3 4

Cakrawijaya 5R - 00.00

KAIZEN 5R : ringkaS

Tujuan organisasi adalah memusnahkan item-item yang tidak diperlukan dengan fokus pada barang utama yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan dalam bekerja dan menyingkirkan item-item yang tidak diperlukan. Fokus pada penghapusan inventaris/asset, persediaan yang berlebihan, luas area gudang, transportasi, upah/ongkos kerja, barang yang dibutuhkan, dan duplikasi arsip.


Disiplin: Hanya menghasilkan/menyimpan item yang diperlukan saja yang berada di area kerja.
KAIZEN: Selalu berupaya untuk menurunkan jumlah dan jenis item barang yang digunakan maupun yang disimpan, tindakan eliminasi pada sumbernya.
Sasaran Akhir: Mencapai ”Ø” Pemborosan (”zero” waste).

Manfaat dari ringkaS

Pada umumnya manfaat dari ringkaS adalah penghematan atau pengurangan pemborosan sehingga peningkatan produktivitas dapat tercapai. Misalnya; tambahan ruang di area kerja dan reduksi jumlah persediaan yang disimpan. Peluang untuk meningkatkan produktivitas kerja tanpa harus membangun gedung baru. Juga akan mendapatkan "extra cash" dari hasil penjualan barang-barang yang sudah tidak dipergunakan, selanjutnya hasil penjualan tersebut dapat digunakan untuk membiayai pembuatan marka, label identifikasi mesin dan persediaan pada langkah berikutnya penerapan rapI. Peluang lebih lanjut untuk meningkatkan produktivitas dengan menerapkan KANBAN.

Manfaat-manfaat lain dari kegiatan ringkaS :
  • Menemukan kembali barang yang 'hilang' atau terlupakan antara lain; suku cadang, bahan baku atau barang sedang dalam proses, memungkinkan penghematan dari biaya yang dikeluarkan karena harus membuat pengulangan pesanan
  • Pergerakan dan pemindahan barang menjadi lebih cepat dan aman setelah kesemrawutan disingkirkan dari area kerja
  • Waktu untuk menemukan peralatan menjadi lebih cepat setelah item yang diperlukan tidak tersembunyi diantara tumpukan barang-barang
  • Waktu untuk mengambil item yang diperlukan menjadi lebih singkat karena tidak perlu menyortir atau memilih barang
    • Hal yang sama juga terjadi pada dokumen dan file, waktu untuk menemukan informasi menjadi lebih cepat dan menghindari kesalahan menggunakan informasi yang sudah usang
    • Juga penggunaan papan informasi menjadi lebih bermanfaat ketika hanya informasi yang relevan yang ditampilkan
  • Pekerjaan perbaikan dan penyetelan akan menjadi lebih efektif dan lebih cepat ketika menggunakan alat yang tepat juga dalam kondisi yang terawat dengan baik
  • Operator menjadi lebih produktif dengan ruangan yang cukup luas, apakah itu meja kerja atau meja tulis sehingga peningkatan produktivitas dicapai dari suatu tempat yang terorganisir dengan baik
  • Mengurangi kemungkinan cedera yang disebabkan oleh:
    • Dudukan dan permukaan kerja pada ketinggian yang sesuai untuk para operator
    • Gerakan badan seperti; membungkuk, meregang, mengangkat dan melintir menjadi lebih sedikit jika item-item yang diperlukan tersimpan dengan benar
    • Alat keselamatan terpasang dengan benar
    • Kabel-kabel listrik, pipa-pipa hidrolik atau selang-selang pneumatik terpasang dengan baik
    • Kesemrawutan di sekitar lantai berkurang sehingga kemungkinan terpeleset atau jatuh karena tersandung menjadi sedikit
  • Peningkatan mutu karena instruksi kerja menjadi lebih jelas dan lebih sederhana serta terpampang di stasiun kerja
  • Antusiasme karyawan bertambah karena:
    • Manajemen telah memberikan perhatiannya dengan memberikan teladan dalam memulai kegiatan membersihkan, mengganti komponen yang rusak dan menunjukkan perhatiannya pada keselamatan kerja
    • Lebih perhatian pada usulan-usulan yang muncul sebelumnya untuk melakukan kegiatan improvement

Cakrawijaya 5R - 04.00